PENGERTIAN UMUM ADVOKASI
Pengertian Umum Advokasi - Advokasi merupakan suatu
aksi atau tindakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat . Sedangkan
mengenai tujuan umum advokasi adalah mempengaruhi masyarakat
luas dan para pemangku kebijakan (para pejabat) agar menuntaskan kasus-kasus
masyarakat secara adil dan bijaksana.
Secara tegas perlu dinyatakan, Bahwa Advokasi
adalah persoalan "menang atau kalah". Karena itu tujuan
konkrit advokasi adalah memenangkan suatu isu atau kasus. Isu yang di
advokasi merupakan isu atau masalah pokok yang menyangkut kepentingan
komunitas, misalnya kasus tanah, land-reclaiming, dan lain-lainnya.
Bentuk advokasi dapat berupa demonstrasi, unjuk rasa,
mengirim surat tuntutan atau petisi, mengirim delegasi (utusan perwakilan),
atau mengadakan dengar pendapat masyarakat (public hearing).
Sekarang ini, advokasi harus mendapat dukungan
masyarakat luas dalam bentuk respon simpatik. Karena itu, advokasi perlu
dipersiapkan dengan matang. Advokasi yang tidak di kordinir dengan baik, dapat
berubah menjadi kerusuhan, karena diprovokasi pihak lain.
Ingat, advokasi adalah tindakan bersama, terorganisir, dan tertib. Komando advokasi bukan di tangan perorangan, tetapi ditangan organisasi rakyat. Dengan demikian, organisasi rakyat menggunakan fungsi sebagai motor atau penggerak utama advokasi. Cukup disini dilu deh pembahasan kita dalam persoalan atau seputar Advokasi, ikuti saja artikel-artikel terbaru lainnya yang akan mengulas seputar advokasi.
Ingat, advokasi adalah tindakan bersama, terorganisir, dan tertib. Komando advokasi bukan di tangan perorangan, tetapi ditangan organisasi rakyat. Dengan demikian, organisasi rakyat menggunakan fungsi sebagai motor atau penggerak utama advokasi. Cukup disini dilu deh pembahasan kita dalam persoalan atau seputar Advokasi, ikuti saja artikel-artikel terbaru lainnya yang akan mengulas seputar advokasi.
LANGKAH DASAR ADVOKASI
1. Tentukan Isu Strategis
Pengertian Isu Strategis adalah masalah mendasar atau pokok yang
sedang di perjuangkan oleh organisasi. Misalnya, Serikat Petani sedang menghadapi kasus tanah atau land reclaiming. Maka Isu
Strategis itu menyangkut kepentingan semua anggota dan juga sesuai dengan
tujuan perjuangan organisasi, karena itu semua anggota harus setuju. Selain itu
dilakukan penyadaran bersama untuk memahami kasus dan kesepakatan perjuangan
bersama.
2. Pengumpulan Data & Informasi
2. Pengumpulan Data & Informasi
Organisasi
harus mengumpulkan pengumpulan data dan informasi. Hasil data harus diolah dan
disusun dengan rapi. Sebagai contoh, dalam mengajukan kasus, perlu dibuat
kronologi kasus atau catatan tahun-tahun penting kasus. Hasil pengumpulan data
harus disimpan dengan rapih dan tertib.
3. Jika kasus dapat diperjuangkan bersama
dengan pihak lain yang punya kepentingan sama, maka perlu dibuat sekutu.
Misalnya, dua organisasi rakyat memperjuangkan satu kasus yang sama, daripada
memperjuangkan kasus itu sendiri-sendiri, sebaiknya diperjuangkan bersama-sama.
Inilah yang disebut membentuk sekutu.
4. Bentuk Aliansi
Aliansi
berbeda dengan sekutu. Aliansi
merupakan gabungan organisasi
yang berbeda bentuk dan kepentingan. Namun organisasi yang bergabung dengan
aliansi bersepakat atau menyatakan keprihatinan dan solidaritas dalam
memperjuangkan kasus tersebut. Sebagai contoh: Organisasi petani, nelayan, kaum
miskin kota, masyarakat adat, perempuan, dan mahasiswa bersatu dalam satu
kelompok guna memperjuangkan agraria. Nah, ini disebut Aliansi.
5. Pesan Advokasi Yang Menarik
5. Pesan Advokasi Yang Menarik
Pesan
atau tuntunan-tuntunan dalam advokasi harus dibuat menarik, baru, dan memancing
perhatian masyarakat luas untuk memahami permasalahan. Ada dua hal yang harus
di perhatikan dalam menyusun pesan advokasi, yakni; (1) Bahasa yang lugas, mudah dipahami, kalimat
tidak bertele-tele, dan ada urutan tuntutan atau data yang jelas; dan (2) Kemasan Media, artinya pesan
harus disampaikan dalam kemasan yang baik, ringkas dan unik. Jadi pesan perlu
dikemas, misalnya menjadi selebaran, leaflet, poster, spanduk, dan stiker.
Pesan juga dapat dirancang secara kreatif melalui kaos, topi, bendera, baliho,
dan lain-lain. Intinya, sampaikan pesan advokasi anda semenarik mungkin, agar
masyarakat luas maupun koran, tivi, radio, majalah dan pers yang lain bersedia
meliputnya.
6. Lemparkan Isu dan Kampanye ke Masyarakat
Advokasi
harus menarik perhatian masyarakat. Bagaimana caranya? Dalam advokasi,
lakukanlah pendidikan penyadaran kepada masyarakat luas. Gunakan media pesan
yang sudah disiapkan, misalnya, penyebaran poster, leafflet, pamplet, bulletin,
dan lain-lain. Selain itu, dapat diadakan demonstrasi, unjuk rasa, seminar,
penyampaian petisi, jumpa pers, dan berbagai model lainnya.
7. Lobi atau Pendekatan
Lobi
(lobby) adalah pendekatan kepada pihak tertentu, umumnya yang mempunyai
wewenang membuat keputusan perubahan atau pembuat aturan-aturan. Lobi dapat
dilakukan ke pihak pemerintah setempat, wakil rakyat, dan pihak lainnya.
8. Kontak dengan Media Massa
Manfaatkan
media massa. Undang koran, tivi, radio, dan majalah untuk meliput kegiatan
advokasi. Ingat, media massa harus secara optimal dimanfaatkan. Jika advokasi
sudah dimuat dikoran atau di tivi, maka jutaan orang menonton atau membaca
kasus advokasi itu. Denggan demikian, advokasi menjadi terangkat secara
nasional dan mendapat dukungan dari berbagai pihak di tempat lain.
9. Aksi Bersama dan Demonstrasi
Advokasi
akan menarik perhatian banyak pihak jika dilakukan sebagai aksi bersama. Aksi
bersama yang paling umum adalah demonstrasi. Selain itu,dapat juga diadakan rally (aksi jalan kaki), long march (aksi jalan kaki atau berkendaraan
dengan jarak tempuh yang jauh, misalnya dari satu daerah kedaerah yang lain),
mogok makan, kemah bersama dihalaman kantor yang dituntut, membuat
iring-iringan, rapat akbar, dan berbagai bentuk aksi bersama lainnya.
10. Evaluasi Bersama
Ingat, Tujuan advokasi adalah meraih kemenangan! Advokasi bukan
jualan omongan dan bualan. Untuk mencapai kemenangan, kadang advokasi membutuhkan
waktu lama. Karena itu, secara teratur dan tertib setiap advokasi harus
dipelajari keberhasilan dan kekurangannya. Lakukan evaluasi atau refleksi
bersama sesuai suatu advokasi dilakukan. Bagian ini tidak boleh di abaikan,
Wajib hukumnya!
3. TEKNIK ADVOKASI ANGGARAN
Kata advokasi dalam bahasa sehari-hari belum cukup popular digunakan. Namun
kita sering mendengar nasehat atau saran.Sifatnya dapat bermakna
meminta,mengarahkan dan memberikan motivasi kepada seseorang atas suatu hal
yang dihadapi.Misalnya ketika anda memberikan nasehat kepada kekasih tentang
bagaimana dia akan bertemu dengan orang tua anda. Hanya dalam advokasi, memberi
saran, nasehat itu tetap diberikan baik ketika diminta atau tidak.Untuk lebih
jelasnya, pengertian advokasi adalah :
- Advokasi
adalah kerja dari seorang advokad yang juga berarti aksi mendukung,membela atau mendorong perubahan.
- Advokasi diartikan sebagai pemberian dukungan
terhadap sesuatu atau pekerjaan atau kerja seorang advokad.
- Advokasi
merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi
terjadinya perubahan dalam kebijakan publik.
Jadi advokasi adalah suatu proses terencana yang
sistematis yang dilakukan untuk mendorong terjadinya suatu perubahan, khususnya
yang berkaitan dengan anggaran dengan jalan mempengaruhi para pembuat kebijakan
baik dipusat maupun daerah.
Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan dalam melakukan advokasi
anggaran yaitu :
- Mengumpulkan dan merumuskan isu
Isu dapat diperoleh dari berbagai
sumber,misalnya media massa,pihak-pihak yang terlibat ataupun dari hasil kajian
atau penelitian.
2. Menyiapkan bahan sebagai alat advokasi
Ini penting sebagai bahan tuntutan.
Bentuknya bisa berupa data hasil penelitian, analisis maupun hasil pelacakan
terhadap pengelolaan anggaran.
3. Mengidentifikasi aktor-aktor kunci
Aktor kunci bisa berasal dari eksekutif,
legislative, tokoh masyarakat, tokoh LSM atau tokoh dibelakang layar tapi
memiliki cukup besar pengaruh dalam pengambilan kebijakan.
4. Memetakan potensi dan ancaman
Analisis potensi dan ancaman penting untuk
mengetahui potensi peluang dan ancaman yang akan dihadapi.
5. Menentukan pilihan strategi/cara-cara
advokasi
Þ Kooperatif (kerjasama dengan
pengambil kebijakan)
Þ Konfrontatif (tidak
bekerjasama dengan pengambil kebijakan)
Þ Proaktif (mendahului sebelum sebuah
kebijakan diputuskan)
Þ Reaktif (merespon sebuah kebijakan)
6. Melaksanakan agenda advokasi
Agenda harus disesuaikan dengan momentum
dan jadwal yang terencana.
7. Melakukan monitoring dan evaluasi
Fungsinya untuk menyusun ulang rencana
yang telah dilaksanakan.
Isu Advokasi Anggaran
1. Mark up anggaran
Penambahan biaya untuk proyek tertentu
dengan menambah harga diatas harga sewajarnya, misalnya harga 5 juta dibuat
menjadi 10 juta.Ini biasanya dilakukan ketika mengisi Daftar Isian Proyek (DIP)
pada tahap penyusunan anggaran.
2. Duplikasi anggaran
Pembuatan anggaran ganda dengan
menciptakan dua jenis anggaran padahal yang dimaksud adalah sama. Misalnya
anggaran Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Padahal
kedua proyek tersebut adalah sama.
3. Anggaran fiktif
Pembuatan laporan keuangan
palsu,seolah-olah proyek telah dilaksanakan.
4. Penyimpangan alokasi anggaran
Alokasi anggaran tidak sesuai dengan
peruntukan, misalnya anggaran bencana menjadi biaya perjalanan bupati.
Pilihan startegi advokasi anggaran
Advokasi Proaktif adalah strategi yang
berifat koperatif yang biasanya dilakukan sebelum sebuah kebijakan ditetapkan
atau disahkan. Tehnik yang biasa digunakan adalah :
1. Lobby.
Sebuah kegiatan advokasi untuk
mempengaruhi para pengambil keputusan agar mau memberi dukungan terhadap sudut
pandang kita.
2. Hearing
Untuk mensosialisasikan gagasan dan mencari
masukan atau menyerap pandangan masyarakat atau pengambil kebijakan di seputar
isu yang menjadi perhatian.
3. Kampanye
Kegiatan dalam rangka mensosialisasikan
ide, pandangan, gagasan tentang suatu kebijakan tertentu yang bertujuan untuk
mendapat dukungan publik.
Advokasi Reaktif, advokasi yang cenderung
konfrontatif sebagai respon terhadap sebuah kebijakan yang telah ditetapkan
pemerintah.
- Demonstrasi, sebelum demontrasi ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan :
- Apa tujuan
demontrasi?
- Siapa yang akan
terlibat?
- Berapa jumlah orang
diharapkan dapat terlibat dalam demonstrasi?
- Apakah ada kemampuan
untuk mengendalikan massa agar tidak anarkhis?
- Apa dampak yang
ditimbulkan dari demonstrasi?
- Siapa yang
bertanggung jawab jika terjadi penangkapan?
- Siapa yang akan
membela secara hukum?
- Boikot.
Suatu tindakan pembangkangan atau
penolakan untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Tanpa
bentuk kekerasan.Biasanya diawali dengan deklarasi.
3.
Tuntutan
hukum.
Hal ini dapat dilakukan baik dengan
menggunakan legal standing maupun tindak pidana korupsi.
Beberapa tips untuk kampanye
Media pers merupakan alat kampanye yang efektif digunakan dalam
mendiseminasikan isu-isu yang sedang di advokasi karena media media pers
mempunyai penyebaran yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat
maupun para pembuat kebijakan.Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa press
release, konferensi pers dan penulisan artikel.
Tips Membangun Kerjasama dengan Pers
- Membangun komunikasi dengan pers. Langkah awal
adalah dengan memperkenalkan siapa kita dan apa maaksud serta tujuan
kita.Berikutnya adalah berdiskusi dengan mereka guna menyampaikan isu-isu
yang sedang anda dorong.Untuk hal ini, anda dapat mengundang mereka atau
proaktif berkunjung kemeja redaksi pers.
- Berupaya menjadi sumber informasi dan koreksi
bagi pers.
- Menciptakan momen yang memicu pers terus menulis
berita-berita anggaran yang anda inginkan.
- Bersama dengan pers melakukan peran sebagai watchdog (pengawas)
terhadap kebijakan-kebijakan anggaran dan kasus-kasus penyimpangan
anggaran.
Tips Kampanye Melalui Radio
Radio merupakan salah satu alat kampanye yang efektif digunakan dalam
mendissiminasikan isu-isu yang sedang anda advokasi karena radio mempunyai
penyebaran yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat maupun para
pembuat kebijakan. Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa talk show dan
dialog interaktif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerjasama
dengan stasiun radio adalah sebagai berikut:
- Pilih Stasiun Radio yang disenangi masyarakat.
- Pilih waktu yang tepat sesuai dengan isu yang
akan diadvokasi.
- Persiapkan materi advokasi dengan baik.
- Persiapkan nara sumber yang berkompeten dalam
bidangnya.
Tips kampanye melalui Televisi
Televisi merupakan alat kampanye yang efektif digunakandalam
mendesiminasikan isu-isu yang sedang anda advokasi karena mempunyai penyebaran
yang cukup luas,sehingga dapat mempengaruhi masyarakat maupuna para pembuat
kebijakan. Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa talk show dan
dialog interaktif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerjasama
dengan stasiun TV adalah sebagai berikut:
- Pilih Stasiun TV yang disenangi masyarakat.
- Pilih waktu yang tepat sesuai dengan isu yang
akan diadvokasi.
- Persiapkan materi advokasi dengan baik.
- Persiapkan nara sumber yang berkompeten dalam
bidangnya.
Tips kampanye melalui leaflet dan brosur
Leaflet dan brosur juga merupakan alat kampanye yang efektif dalam
mendisiminasikan isu-isu yang sedang di advokasi. .Dalam leaflet dapat
didepkripsikan lebih jelas isu yang diadvokasi.
Cara membuat Leaflet dan Brosur Efektif
Ciptakan kata-kata yang menarik dan mudah
diingat
Ciptakan layout yang menarik
Tentukan lokasi penyebaran leaflet dan
brosur
Bahan brosur harus agak tahan lama.
Tehnik Pengembangan Strategi Advokasi
Ada 9 pertanyaan kunci yang perlu diperhatikan dan yang harus dibedakan
adalah antarataktik dan strategi. Taktik adalah
suatu tindakan khusus misalnya pengedaran petisi, penulisan surat,
penggelaran protes. Strategi adalah sesuatu yang lebih besar suatu peta
keseluruhan yang memberikan arah pada penggunaan alat-alat.
Sembilan kata kunci itu adalah :
1. Apa yang anda inginkan atau
tujuan-tujuan strategis.
2. Siapa yang dapat melakukannya
3. Apa yang ingin mereka dengar.
4. Dari siapa mereka perlu mendengar
pesan itu.
5. Bagaimana membuat khalayak
mendengarkan pesan itu.
6. Apa yang kita miliki.
7. Apa yang perlu kita kembangkan.
8. Bagaimana memulai.
9. Lakukan evaluasi.

0 komentar:
Posting Komentar