Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 27 Juni 2013

LKPJ Pemerintah Prop. Riau Ta. 2012 Buruk

Proyeksi pendapatan daerah Prop. Riau tahun 2012 ditargetkan sebesar Rp: 6.639.251.430.133.500,64- dengan realisasi sampai desember 2012 sebesar Rp: 6.915.013.944.017,69 dengan tingkat pertumbuhan 20% dari tahun 2011. Karna memang proyeksi pendapatan daerah Riau yang menjadi prioritas pada Pendapatan Asli Daerrah (PAD) dengan target sebesar RP: 2.181.221.661.379,00 dan sudah terealisasi sebesar Rp: 2.656.386.569.446,69. Namun patut di pertanyakan bagaimana cara Pemda dalam meningkatkan PAD tersebut, jangan malah membebankan kepada masyarakat kalangan bawah terutama dalam hal menaikan tarif Pajak dan Retribusi.

Ketika pendapatan jauh lebih besar daripada target itu dianggap sebagai sebuah prestasi padahal yang harus dipertanyakan bagaimana Pemda menaikan pendapatan tersebut. seandainya jika untuk mengoptimalisasi pungutan pajak terhadap wajib pajak juga perlu di pertanyakan mengapa baru pada tahun 2012 baru dilaksanakan optimalisasi pungutan pajak, lantas untuk tahun-tahun sebelumnya bagaimana proses pungutan pajaknya, padahal Pemerintah Daerah menjadikan sektor pajak sebagai tonggak utama dalam meningkatkan pendapatan daerah. Yang anehnya peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah jauh lebih besar dari yang di targetkan.
Untuk melihat besarnya Pendapatan dari berbagai sektor terlihat pada tabel dibawah ini yang mana realisasi pendapatan mengalami lonjakan dari apa yang di targetkan, ini menandakan bahwa kinerja pemerintah perlu di apresiasi dalam menaikan pendapatan namun harus dipertanyakan seperti apa cara pemerintah dalam menaikan Pendapatan daerah, misalnya dari sektor pajak dan retribusi apakah optimalisasi pajak dan retribusi atau menaikan tarif pajak dan retribusi tersebut sehingga bisa membebankan kepada masyarakat terutama masyarakat kalangan menengah kebawah.
Tabel 1. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah pada APBD 2012 Realisasi
No
Uraian
 Target 
 Realisai
 Bertambah
/Berkurang
%
1
Pendapatan Daerah
6.639.251.430.133.500,00
6.915.013.944.017,69


1.1
Pendapatan Asli Daerah
         2.181.221.661.379,00
2.656.386.569.446,69
475.164.908.067,690
121,78%
1.1.1
Pajak Daerah
         1.839.779.659.309,00
2.058.595.750.963,00
  218.816.091.654,00
111,89%
1.1.2
Retribusi Daerah
               10.651.305.400,00
     12.174.266.003,19
      1.522.960.603,19
114,30%
1.1.3
Hasil Pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan
             139.301.339.383,00
    139.601.792.176,90
      300.452.793,90
100,22%
1.1.4
Lain-lain Pendapatan Daerah yang dipisahkan
             191.489.357.287,00
    446.014.760.303,60
  254.525.403.016,60
232,92%
1.2
Dana Perimbangan
         3.793.934.763.121,64
3.618.842.730.571,00
(175.092.032.550,64)
95,38%
1.2.1
Bagi Hasil Pajak
            559.669.578.600,00
  502.497.680.044,00
 (57.171.898.556,00)
89,78%
1.2.2
Bagi Bukan Hasil Pajak
         2.682.593.900.521,64
2.564.673.766.527,00
(117.920.133.994,64)
95,60%

Provisi Sumber Daya Hutan
               12.032.076.000,00
      23.746.624.494,00
    11.714.548.494,00
197,36%

Pertambangan Minyak bumi
         2.660.076.358.221,64
2.524.924.034.394,00
(135.152.323.827,64)
94,92%

Pertambangan gas Bumi
                    421.258.400,00
           380.600.619,00
         (40.657.781,00)
90,35%

Pertambangan Umum
               10.064.207.900,00
        6.620.507.020,00
    (3.443.700.880,00)
65,78%
1.2.3
Dana Alokasi Umum (DAU)
            489.179.914.000,00
   489.179.914.000,00
                                           -
100,00%
1.2.4
Dana Alokasi Khusus (DAK)
               62.491.370.000,00
      62.491.370.000,00
                                           -
100,00%
1.3
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
            664.273.709.000,00
  639.784.644.000,00
  (24.489.065.000,00)
96,31%
Jumlah
        6.639.430.133.500,64
6.915.013.944.017,69
 275.583.810.517,05
104,15%

Besaran target Pendapatan daerah tersebut belum mencerminkan kekuatan pendapatan Prop. Riau yang sebenarnya, nominalnya terlalu rendah jika ditinjau dari kewajaran tren tingkat pertumbuhan setiap tahunnya, dari data realisasi APBD 2009 – 2011 dan APBD Murni tahun 2012 Pendapatan daerah rata-rata setiap tahun dapat tumbuh diatas 10 %,  untuk itu seharusnya target pendapatan tahun 2013 harus diproyeksi minimal dapat tumbuh dengan tingkat pertumbuhan baik 10 - 15 %.
Besaran target pendapatan daerah tahun 2012 sebesar Rp: 6.639.251.430.133.500,64- lebih,  tentu masih memungkinkan oleh karena pada APBD Perubahan 2012 untuk kelompok PAD patut diapresiasi proyeksi pertumbuhanya tahun 2013 cukup tinggi 20,1 % walaupun mengalami penurunan pada PAD pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp: Rp: 2.224.898.213.374, begitu juga untuk jenis pendapatan Retribusi menurun dibanding realisasi tahun 2011 demikian juga pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tahun  2012 ditarget menurun.
Melihat dari tabel dibawah ini, pada untuk pendapatan asli daerah yang mengalami kenaikan dari tahun 2011 sebesar Rp: 2.177.474.959.799,63  dan pada tahun 2012 naik menjadi sebesar Rp: 2.656.389.569.446,69. Sedangkan dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah malah menurun dan realisasinya lebih kecil dari yang di targetkan.
Perbandingan Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Prop. Riau Ta 2011-2012
No
Uraian
Target
%
Realisasi
%
2011
2012
2011
2012
1
Pendapatan Asli Daerah
1.732.696.559.179,83
2.181.221.661.379,00
25,89
 2.177.474.959.799,63
2.656.389.569.446,69
21,99
2
Dana Perimbangan
2.888.346.651.646,48
3.793.934.763.121,64
31,35
 3.226.836.380.424,00
3.618.842.730.571,00
12,15
3
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah
       3.473.322.000,00
   664.273.709.000,00
19,03
        3.473.322.000,00
    639.784.644.000,00
18,32
Jumlah Pendapatan
4.624.516.532.826,31
6.639.430.133.500,64
43,57
5.407.784.662.223,63
6.915.016.944.017,69
27,87

1.      Belanja Daerah
Untuk Belanja Daerah  Prop. Riau pada Ta. 2012 setelah perubahan realisaikan sebesar Rp: 6.666.599.516.067,29 atau 79,61%, lebih kecil dari yang ditargetkan sebesar Rp: 8.378.811.701.788,19. Ini bisa di katakan untuk penghematan belanja padahal alokasi anggaran yang lebih besar pada belanja tidak langsung yang di peruntukan belanja pegawai sebesar Rp: 1.049.143.117.912,38 atau 90.90% dan belanja barang dan jasa sebesar 1.216.695.580.179,75. sedangkan belanja langsung untuk  belanja Modal atau belanja program yang notabene dinikmati oleh masyarakat luas hanya dianggarakan sebesar Rp: 1.961.665.412.098,00 atau 79,87%. Ini menunjukan bahwa kinerja pemerintah buruk dalam merealisasikan anggaran yang bisa dinikmati masyarakat, begitu juga dalam merealisasikan anggaran untuk program yang sudah di anggarkan juga tidak 100% dilaksanakan malah dengan alasan untuk penghematan anggaran yang tidak memprioritskan kualitas dari setiap program. Kemudian Kecendrungan melakukan mark up dan mark down anggaran untuk setiap pengadaan barang dan jasa juga sering terjadi karna melihat anggaran untuk belanja barang dan jasa juga sangat besar.
Jika dibandingkan pada tahun 2011 jauh lebih kecil alokasi anggaran untuk belanja daerah yaitu sebesar Rp: 4.264.819.457.766, namun juga masih dalam tahap perbaikan infrastruktur dan pembangunan infrastruktur baru. Ini menggambarkan bahwa pemerintah tidak serius dalam meninggkatkan pembangunan di Riau baik itu infrastruktur maupun akses dan mutu dari setiap anggaran yang di alokasikan.
2.      Urusan Pendidikan
Untuk melaksanakan urusan pendidikan pada dinas pendidikan prop. Riau pada T.a 2012 di alokasikan anggaran yang di realisasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp: 37.279.316.888 atau 79,34% dan belanja langsung sebesar Rp: 279.004.574.634 atau 72,37% dan belanja fisik sebesar 81,31%. Ini dapat diapresiasi bahwa belanja yang lebih besar untuk pembangunan fisik fasilitas pendidikan/infrastruktur namun yang menjadi catatan adalah untuk urusan pendidikan di Prop. Riau masih pada tahap pembangunan infrastruktur belum lagi atau jauh lebih anggaran untuk memberikan akses dan peningkatan mutu pendidikan di propinsi riau seperti pemberian beasiswa dan pendidikan gratis untuk anak kurang mampu serta pemberian fasilitas pendukung pendidikan.
Begitu juga anggaran untuk belanja langsung yang direalisasikan jauh lebih kecil dari yang ditargetkan yaitu sebesar Rp: 379.981.631.713 ini menggambarkan banyak program yang tidak terserap sehingga ada pengurangan anggaran padahal masih banyak ketersediaan fasilitas pendidikan yang jauh dari standard SPM. Ini artinya tidak ada keseriusan pemerintah dalam meningkatkan akses dan mutu dari pendidikan di Prop. Riau.
3.      Urusan Kesehatan
Belanja urusan Kesehatan anggaran yang di realisasikan dalam APBD Propinsi Riau Tahun 2012 sebesar Rp: 159.235.814.070,25 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp: 33.999.349.355 atau sebesar 86,96% dan belanja langsung sebesar Rp: 110.095.027.117 atau sebesar 91,64% dan realisai fisik 96,05%. Begitu juga besarnya belanja langsung pada Dinas Kesehatan Prop. Riau yang masih mengurusi infranstruktur  yang bisa dilihat hanya pada rehabilitasi bukan menambah infrastruktur seperti puskesmas di desa-desa yang kenyataannya belum ada, begitu juga dengan penyediaan fasilitas kesehatan dan ketersediaan dokter dan bidan di desa-desa yang belum memenuhi standar SPM Kesehatan serta askes masyarakat yang kurang mampu tidak di berikan sehingga untuk berobat ke rumah sakit terbentur dengan masalah keuangan. Seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan hal tersebut bukan hanya semata mengurusi perbaikan infranstruktur.
4.      Urusan Pekerjaan Umum
Realisasi anggran pada dinas pekerjaan umum prop. Riau tahun anggaran 2012 pemerintah mengalokasikan sebesar Rp: 1.744.331.080.406, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp:  61.071.357.865 atau 94,87% lebih kecil dari yang ditargetkan dan belanja langsung sebesar Rp: 1.412.229.379.920 atau 84,06% jauh lebih kecil dari yang ditargetkan. Dan belanja fisik sebesar 98,81%. Pada belanja langsung yang jauh lebih kecil dari yang ditarget yaitu sebesar Rp: 1.679.957.753.306, ini yang menjadi ketidakseimbangan antara belanja progaram dengan peningkatan mutu infranstruktur bahwa ketika realisasi jauh lebih kecil dari yang ditargetkan ini menunjukan pemerintah untuk penghematan belanja padahal banyak belanja yang tidak terserap.

0 komentar:

Posting Komentar